Di chapter Prologue sebelumnya udah sedikit dijelasin ya, alasan kenapa Vertin berusaha keras nolong Regulus walau harus ngelawan arahan Pavlov Foundation dan bahkan mengelabui Sonetto.
Vertin nggak mau Regulus diangkut gitu aja sama Sonetto ke Foundation. Dia mau ngecek sekali lagi apakah koper ajaibnya bisa nampung manusia selain manusia biasa. Dan dugaan Vertin bener, koper ajaibnya ini bisa menyelamatkan arcanist dari efek the Storm.
Di sini juga Regulus untuk pertama kalinya ngeliat efek the Storm. Waktu pun mundur ke belakang, ke tahun 1929. Di ini pun Vertin ngajak Regulus untuk ngeliat-ngeliat isi kopernya yang berisikan ruangan luas dan banyak benda-benda pajangan.
Penjelasan Vertin tentang kemampuan koper ajaibnya, tentang kenangan-kenangan dari peninggalan orang-orang yang hilang karena The Storm, dan tentunya tentang fenomena the Storm itu sendiri, membuat Regulus tersentuh. Vertin menjelaskan bahwa dirinya nggak sama seperti rekan-rekan Pavlov Foundation lainnya. Vertin akan mengungkap rahasia di balik the Storm.
Tapi, di tengah pembicaraan, tiba-tiba gempa. Ternyata, koper Vertin lagi dimainin sama bocah-bocah lokal. Ini adalah salah satu kelemahan ketika Vertin berinteraksi dengan para Arcanist di kopernya. Kopernya ini nggak ada yang jagain di luar. Banyak yang bisa iseng atau gangguin ketika Vertin ikut masuk ke dalam koper.
Vertin pun ditemani Mr Apple pergi untuk mengusir bocah-bocah itu. Di sini pun terjadi percakapan antara Vertin dan Mr Apple, bahwa koper ajaib ini harus dibikin nggak kelihatan dengan skill magic dari Mr Apple.
Spinning Wheel
Kemudian di sinilah kali pertama diperkenalkan mekanik summoning yang jadi ciri khas animasi gacha dari Reverse 1999. Ya Spinning wheel atau roda berputar. Kalo kita dapet putaran berwarna emas, maka di situlah muncul karakter Bintang 6.
Koper Vertin ini nggak hanya berisikan suatu rumah yang luas, tapi juga pekarangan rumah. Nggak cuma pekarangan, tapi danau. Di pinggir danau ini ada suatu roda berputar, yang kalau digerakin sama Vertin, bisa mengaktifkan summoning arcanist. Alias, Vertin bisa memanggil atau menghadirkan arcanist yang dia kenal untuk langsung hadir ke dalam koper tersebut. Tanpa batas waktu dan jarak.
Setelah Vertin menyentuh tali dari Spinning Wheel, tiba-tiba Sonetto muncul di tepian danau.
Sonetto pun kaget dan takjub akan kemampuan dari koper Vertin. Sonetto yang harus kabur dan teleport ke markas sebelum terjadinya The Storm di tahun 1966, tiba-tiba terpanggil dan hadir di dalam koper Vertin yang sedang berada di tahun 1929.
Setelah Sonetto ter-summon ke dalam koper, terjadilah percakapan antara Regulus dan Sonetto. Yaaa, berantem-berantem kecil lah. Intinya, Regulus merasa nggak digampangin banget soal perekrutan dari Pavlov Foundation. Setelah berdebat, Vertin ngeyakinin Regulus buat join dan daftar di Pavlov Foundation dengan cara diiming-iming minuman kaleng Dr. Peper selama setahun penuh.
Sonetto pun memberikan floopy disk kepada Regulus sebagai alat teleport ke markas Pavlov Foundation.
Sonetto yang dihadirkan secara misterius dari Spinning Wheel ini juga membawa pesan bahwa Sonetto ditugaskan menjadi asisten Vertin untuk menyelediki fenomena The Storm dan Manus Vindictae.
Misi pertama Vertin, Mr Apple, dan Sonetto adalah mencegah terjadinya pembantaian mengerikan di Chichago tahun 1929.
Pembantaian di Hari Saints Valentine
Salah satu hal menarik dari cerita di game ini adalah, Bluepoch sang developer, bener-bener menggunakan sejarah asli, atau kejadian nyata, yang digunakan sebagai setting dan latar belakang di dalam game.
Pembantaian di Hari Saints Valentine adalah contoh pertamanya.
Sebagai intermezzo, pembantaian di Hari St. Valentine ini adalah pembunuhan berdarah dingin terhadap tujuh pria oleh kelompok Al Capone, yang menyamar sebagai petugas polisi, pada 14 Februari 1929, di Chicago, Capone dan geng saingannya, North Side Gang yang dipimpin oleh Bugs Moran, terlibat dalam perebutan kekuasaan atas perdagangan alkohol ilegal dan usaha kriminal lainnya di Chicago. Dalam perang antargeng ini, anak buah Capone menggunakan senapan mesin Thompson untuk mengeksekusi rekan-rekan Moran di sebuah garasi di Lincoln Park.
Nah balik lagi, ke Reverse 1999.
Pesan dan instruksi yang dibawa Sonetto dari markas untuk tugas pertamanya vertin dan kawan-kawan adalah, mencegah terjadinya pembantaian di sebuah garasi di Lincoln Park. Saint Pavlov menduga adanya keterlibatan Arcanist dari Manus Vindictae dalam tragedi ini.
Vertin dan kawan-kawan tiba lebih dulu di garasi sebelum prediksi waktu pembantaian terjadi. Tapi ternyata mereka salah. Adegan pembantaian ini terjadi lebih cepat.
Di sinilah awal pertemuan dengan Schneider.
Schneider menembak mati anak buah dari North Side Gang sesuai dengan kejadian aslinya. Beberapa di antaranya adalah, James Clark, Peter Gusenberg, Frank Gusenberg, dan Adam Hayer. Di sini terdapat selipan lore, di mana perang antar gank ini juga dipicu kebencian antar manusia dengan arcanist.
Salah satu dari anak buah geng North Side, Adam Hayer, bahkan memilih menembak dirinya sendiri daripada diselamatkan oleh Sonetto. Setelah perdebatan panjang antara permusuhan antara Arcanist dengan manusia, Schneider akhirnya memilih teleport dan membawa semua jenazah ke salah satu markas dari Manus Vindictae.
Lewat beberapa barang yang dijatuhkan oleh Schneider di TKP, Vertin menemukan suatu alamat, Polypotion Bar, The Walden.
Pertemuan dengan Druvis III
Untuk bisa sampai ke Walden, Vertin, Mr Apple dan Sonetto harus melewati hutan berkabut dan surem. Di sini mereka ketemu hantu-hantu atau Critters yang jumlahnya sangat banyak, dan nggak pernah habis walau udah dikalahkan.
Di sinilah Sonetto akhirnya berkorban dan bertindak sebagai umpan untuk membuat Vertin dan Mr Apple dapat keluar dari hutan berkabut tersebut. Sonetto pun akhirnya berpisah dengan Vertin dan Mr Apple.
Vertin dan Mr. Apple yang berlari ke arah yang telah ditunjuk Sonetto pun tetap kewalahan karena dikejar Critters dengan jumlah yang sangat banyak.
Di tengah frustasi, tiba-tiba Vertin bertemu dengan seorang cewek dengan gaya parlente, di atas pohon. Iya, di atas pohon, bertengger kayak burung.
Cewe ini adalah Druvis III. Percakapan mereka pun terlihat canggung karena Druvis meminta untuk diambilkan Sepatu heels yang terjatuh ketika sedang duduk di pohon. Druvis pun berkata bahwa hutan ini adalah tanah yang telah dijanjikan untuknya.
Dengan sekali jurus aja, seluruh Critters yang mengejar Vertin dan Mr Apple langsung bisa dikalahkan.
Di chapter ini juga dijelaskan bahwa Sonetto berhasil keluar dari hutan tersebut dan berpapasan dengan Sotheby yang hendak menuju Polypotion Bar di Walden untuk menghadiri The Storm gathering. Acara ini dihadiri oleh para investor saham dan orang-orang terkenal.
Druvis juga menjelaskan tentang apa aja yang digelar di dalam acara Storm Gathering. Dari atraksi duel dan stock trading. Di cerita ini juga akan dikaitkan ke sejarah asli yang terjadi di Amerika tahun 1929, yaitu The Wallstret Crash, atau keruntuhan pasar saham Amerika.
The Walden dan Keruntuhan Pasar Saham Amerika
Ya Intermezzo lagi ya dikit.
Peristiwa Keruntuhan Pasar Saham Amerika 1929 (The Wall Street Crash of 1929), yang mencapai puncaknya pada Selasa Hitam (Black Tuesday), 29 Oktober 1929, merupakan bencana finansial yang dipicu oleh spekulasi pasar saham berlebihan yang didanai dengan utang (buying on margin) dan fundamental ekonomi yang rapuh akibat overproduksi pasca Perang Dunia I.
Penjualan massal saham yang panik menyebabkan nilai pasar anjlok, menghapus kekayaan investor, dan memicu krisis kepercayaan yang meluas ke sektor perbankan. Ribuan bank gulung tikar, kredit macet, dan aktivitas bisnis terhenti, mengakibatkan pengangguran massal dan penurunan tajam dalam produksi dan perdagangan global, secara efektif menandai dimulainya era Depresi Besar (The Great Depression) yang berkepanjangan.
Lalu gimana nih Bluepoch menggunakan sejarah asli untuk dibawa ke dalam alur cerita di dalam gamenya?
Ya, menurut Druvis, adanya penggunaan arcanum, atau kemampuan arcanist, membuat aktivitas pasar saham jadi lebih mudah. Di cerita ini, penggunaan incantantion bisa membuat orang dengan mudah untuk membeli stock market di mana saja dengan sangat mudah. Ini ibarat membeli saham atau obligasi semudah menggunakan ponsel di jaman sekarang.
Selain itu, urban agglomeration, atau penyatuan wilayah-wilayah kecil yang membentuk suatu kota baru, berkembang secara cepat setelah perang dunia pertama. Hal ini pun berdampak pada tingginya hutang dan stock market pun melambung tinggi.
Nah, Manus Vindictae, lewat Forget Me Not, ingin mengambil keuntungan lewat permainan saham melalui tipu daya menggunakan arcanum atau kemampuan sihir.
Inti dari acara Storm Gathering yang diadakan Forget Me Not di Walden adalah, untuk menipu para investor dengan permainan tipu daya saham, di mana saham yang telah dibeli oleh investor dibuat anjlok seketika dengan kemampuan sihir. Para investor yang telah kehilangan banyak uang ini akhirnya diancam akan mati terkena The Storm, atau selamat tapi mengabdi kepada Manus Vindictae sebagai anak buah.
Ya, intinya Manus Vindictae merekrut anak buah baru untuk ekspansi kekuasaan mereka.
Schneider dan Marian
Adegan pun berpindah di mana Schneider dan Forget Me Not bertemu dan membahas dari apa yang Schneider lakukan. Orang-orang yang ditembak oleh Schneider di sini sepertinya emang belum mati. Karena tugas dia hanyalah membawa 7 orang dari anak buah North Side Gang untuk dijadikan anak buah Manus Vindictae.
Di sini Forget Me Not keliatan nggak puas. Schneider menembak mati warga sipil dan meninggalkan jejak di TKP. Di sini juga dibahas tentang Marian, saudara dari Schneider.
Forget Me Not berjanji akan mempertemukan Schneider dengan Marian. Di sini kita bisa melihat bahwa motivasi utama Schneider bekerja untuk Manus adalah karena dijanjikan dapat bertemu dengan Marian.
Sayangnya, Schneider terlalu polos untuk menyadari kebohongan Manus Vindictae. Saudarinya, Marian, telah lama ditemukan oleh Manus, dan dijadikan kelinci percobaan di ruang labirin rahasia, di dalam Gedung Polypotion bar.
Marian pun ditemukan secara tidak sengaja oleh Sotheby dan Sonetto.
Sotheby yang memberi obat kuat ke supirnya untuk bisa nyupir lebih cepet, ternyata berakhir buruk. Mobil Sotheby nabrak sisi Gedung Polypotion Bar, dan membuat lubang yang membuka ruang labirin rahasia.
Di sana, mereka menemukan Marian. Terkulai tak berdaya karena percobaan-percobaan keji oleh Manus Vindictae.
Setelah mengoreksi informasi sebelumnya tentang “Dr. Pepper” sebagai minuman suap, narator melanjutkan alur cerita yang memasuki bagian lebih rumit, melibatkan ekonomi dan pasar saham. Vertin dan Mr. Apple, dibantu oleh Druvis, kembali memasuki hutan untuk mencari Sonetto. Druvis memberi tahu Vertin bahwa ia melihat Sonetto menuju arah barat laut, yang ternyata sangat dekat dengan The Walden.
Mendengar nama The Walden, Druvis menjelaskan bahwa tempat itu adalah lokasi Storm Gathering, sebuah perkumpulan arkanis elite internasional, selebriti, dan tamu flamboyant. Druvis, yang tidak tertarik, memberikan undangan perkumpulan rahasia tersebut kepada Vertin, yang hanya dapat diakses dengan undangan dari pemilik bar dan kepemilikan kupon saham minimal $1.000. Undangan itu kemudian berfungsi sebagai pialang saham yang memandu Vertin dan Mr. Apple.
Perdebatan di The Walden dan Masa Lalu Schneider
Adegan berpindah ke The Walden, tempat seorang gadis bernama Schneider bertemu dengan pria berkulit pucat, Forget Me Not. Schneider menyerahkan tujuh arkanis yang ia selamatkan dari insiden pembantaian kepada Forget Me Not.
Namun, ketika Schneider menagih imbalan, Forget Me Not mengingatkannya bahwa ia gagal menyelesaikan misi dengan tidak membunuh warga sipil, meskipun Schneider bersikeras bahwa catatan misinya mencantumkan hal itu. Schneider, yang bukan keturunan arkanis murni, menuduh Manus Vindictae kejam.
Forget Me Not membuat pengecualian, setuju untuk membantu mencari saudari Schneider, Marian, karena menganggapnya “istimewa.” Saat Schneider pergi, Forget Me Not menyebut nama Marian, mengejutkan Schneider karena ia tidak pernah tahu saudari mana yang hilang.
Sementara itu, Vertin menghubungi Madam Z dari St. Pavlov Foundation untuk meminta akses data sejarah pasar keuangan Amerika Serikat tahun 1929 dan informasi keterlibatan arkanum dalam pertukaran saham. Madam Z mengonfirmasi Keruntuhan Pasar Saham 1929 dan menyatakan tidak ada kekuatan arkanum yang terlibat, membuat Vertin menyimpulkan bahwa Manus Vindictae berencana mengubah sejarah atau setidaknya memengaruhinya. Vertin meminta Madam Z mengirimkan tim khusus ke The Walden, tempat ia memiliki akses masuk. Secara paralel, di Foundation, Regulus bertemu dengan X, seorang ilmuwan mekanik dari Scientific Computing Center, yang mengajaknya bergabung dengan lembaga rahasia Institum Lawrence untuk memahami kebenaran badai.
Di tempat lain, Sonetto dan Sotebi, yang sedang mencari teman-temannya, tiba di The Walden dengan menabrakkan mobil ke tembok belakang. Mereka mendapati diri berada di labirin bawah tanah yang penuh critters bernama Carbunkles.
Setelah menghadapi makhluk-makhluk tersebut, mereka menemukan ruangan dengan cairan hijau mencurigakan yang Sonetto duga sebagai Veritas Serum (ramuan kebenaran). Di The Walden, Vertin dan timnya disambut oleh Forget Me Not, yang meminta para tamu untuk bersiap menghadapi duel. Tiba-tiba, lampu sorot menunjuk Vertin untuk bertarung melawan juara bertahan, yang tak lain adalah Schneider. Di tengah pertarungan, Schneider, yang sangat membenci Foundation, menembak Vertin dengan peluru beraroma jeruk, yang Vertin ingat sama dengan kapsul misi dari Sonetto. Schneider mengungkapkan motifnya: Manus Vindictae menjanjikan mereka tempat berlindung dari badai.
Keruntuhan Saham dan Ancaman The Storm
Pertarungan sengit terhenti ketika perhatian penonton beralih ke grafik pasar saham yang menurun drastis, menyebabkan kegelisahan massal. Forget Me Not, mengabaikan tuntutan pengembalian uang, mengumumkan “kabar baik” bahwa tahun 1929 akan segera berakhir dan meminta para tamu menunggu badai datang.
Pada saat yang sama, X di Institum Lawrence menjelaskan kepada Regulus bahwa badai adalah “Chaotic Energy” dari zaman kuno yang disebabkan oleh Original Butterfly dan bahwa seseorang memanfaatkan prototipe energi yang tidak stabil itu. Vertin menyadari bahwa Manus Vindictae tidak ingin mengubah sejarah, melainkan mempercepat kedatangan badai dengan konflik sosial dan teknologi baru, dengan harapan kembali ke tatanan zaman kuno.
Forget Me Not memamerkan topeng penangkal badai, tetapi Sonetto muncul dari dinding, memotong pembicaraannya dan mengungkapkan penemuan tentang orang yang disiksa di ruangan rahasia, membuat Schneider terkejut dan penasaran tentang saudari yang hilang. Pertarungan besar pun pecah, dan Vertin serta yang lainnya berusaha melarikan diri, tetapi akses jalan keluar mendadak menghilang. Vertin dan Sonetto bergegas ke labirin bawah tanah. Di sana, mereka bertemu Schneider yang sedang menggendong Marian. Sonetto menyerang Schneider karena mengira dia pelakunya, tetapi Marian berteriak bahwa ia bukan arkanis dan meminta untuk tidak diberi minuman itu lagi (Veritas Serum). Merasa bersalah, Sonetto mencoba membantu Marian memuntahkan serum.
Sambil mencari jalan keluar yang tertutup, Mr. Apple menyarankan untuk menggunakan perangkat peledak Vertin, Heaven Apostle, untuk melempar mobil yang nyangkut di lubang dinding.
Setelah berhasil, Vertin, Schneider, Sonetto, dan Marian adalah orang terakhir yang tersisa saat seorang arkanis yang sangat kuat mendekati mereka. Mengetahui dirinya adalah target, Vertin meminta Sonetto dan Marian pergi bersamanya dan Schneider.
Dinding pun runtuh, memisahkan Vertin dan Schneider dari yang lain. Saat mereka berdua bertarung melawan arkanis itu, topengnya terlepas, mengungkap bahwa Forget Me Not adalah arkanis overpower tersebut. Babak ini mengakhiri Chapter 1, menegaskan bahwa janji Manus Vindictae kepada Schneider adalah kebohongan, dan Marian disekap serta diinterogasi dengan Veritas Serum karena dikira arkanis istimewa.